100 Hari Kerja dan Motivasi
Periode 100 hari pertama pemerintahan anyar kerap menjadi acuan atau hitung-hitungan tersendiri bagi publik. Dalam sejarahnya tradisi 100 hari kerja telah berlaku pada era Franklin D. Roosevelt di Amerika Serikat sekitar satu abad lalu.
Di Indonesia, tradisi 100 hari kerja pemerintahan anyar dimulai pasca runtuhnya rezim Orde Baru. Lebih tepatnya dimulai pada era reformasi dan pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mulai menjadi perhatian dalam 100 hari kinerjanya.
Banyak yang beranggapan 100 hari kerja merupakan waktu yang tepat menilai pemimpin dan jajarannya dalam mewujudkan janji-janji kampanye. Memang ada baiknya menilai pemimpin tidak dalam jangka waktu yang singkat.
Walau demikian tidak dapat disalahkan juga jika publik dan media berharap dari 100 hari kinerja pemimpin. Ekspetasi yang tinggi dari mereka untuk segera keluar dari krisis multi dimensi harus disikapi dengan kepala dingin dan pembuktian. Anggap saja sebagai motivasi!
Ponco Suharyanto
